Suara Mahasiswa

     Hari ini, tintaku mulai menyala. Rasa sesak kian menjadi-jadi, mungkin inilah rasanya berada di bagian bawah Negeri. Kami mulai melantangkan suara, membawa suara kecil rakyat yang tidak pernah didengar oleh penguasa Negeri. Apakah ucap lantang dihadapan Tuhan dan manusia hanya suara kiasan??. Apakah keadilan berpihak pada sepenggal dari kata "Rakyat Indonesia"??. 

    Negeri ini haus akan validasi, maka dimana orang-orang berdasi saat ini? sudah jelas di hadapan gedung serba guna milik petinggi. Maha-siswa, bersuara. Kau tau Tuan berdasi?, ketika Mahasiswa bersuara, itu sebab mereka meminta jawaban dan alasan bahkan pertanggung jawaban atas suara kiasanmu di hadapan manusia. Apa kau tidak mengerti itu wahai Tuan berdasi?!!.

Senyum sayang, katanya

Untuk kebaikan Negeri, katanya

Tetapi, mengapa cepat mengambil palu lalu di ketok-ketok dan tak membiarkan suara lain berdering.

Tuan, ingin cepat tidur? atau cepat kaya? atau apa?

Ayolah Tuan, angat suara indahmu. Mulailah bicara kepada penduduk Negeri, bahwa kau hanya bergurau. Hahahaha. 

Tidak semudah itu ya? ya sudah, tapi jangan sampai kau sentuh jas almamater temanku dan menyuruhnya menunggu, sebab kami Maha-siswa siap menyuarakan keadilan atas suara ketindasan.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gubuk Tua di Persimpangan Jalan