Gubuk Tua di Persimpangan Jalan
Bila terkesan baku, memang itu adanya. Bersinggahlah sebentar di Gubuk tua dekat persimpangan jalan, Kau akan menemukan Saya yang sedang bersembuyi dibawah bantal tanpa teman. Gama (bahasa sansekerta : perjalanan) membawa kaset dari masa lalu dengan tangan penuh darah. Sudah cukup kisah klise kau, mari Saya buatkan buku baru dengan halaman lengkap genap. Tetapi, bila Kau tidak terima dengan halaman terakhir yang Saya buat, maka buatlah itu dengan tinta baru milik Kau, Tuan atau Kau, Nyonya. Adanya diri Kau hari ini, di Gubuk tua dekat perempatan jalan sebab Saya memanggil Tuan dan Nyonya, beserta anak penuh tinta dan listrik ini. Izinkan Saya membuatkan buku versi terbaik miliknya, Tuan. Untuknya yang tegar seperti edelweiss, dan rapuh seperti karang. Tenang Tuan, sudah Saya siapkan garansi yang setimpal untuk semuanya, untuk Tuan, Nyonya, dan anak-anak Tuan kelak. Indurasmi (bahasa sansekerta : Sinar rembulan), itulah sedikit bocoran sub-bab dalam buk...