Gubuk Tua di Persimpangan Jalan

  

    Bila terkesan baku, memang itu adanya. Bersinggahlah sebentar di Gubuk tua dekat persimpangan jalan, Kau akan menemukan Saya yang sedang bersembuyi dibawah bantal tanpa teman. Gama (bahasa sansekerta : perjalanan) membawa kaset dari masa lalu dengan tangan penuh darah. Sudah cukup kisah klise kau, mari Saya buatkan buku baru dengan halaman lengkap genap. Tetapi, bila Kau tidak terima dengan halaman terakhir yang Saya buat, maka buatlah itu dengan tinta baru milik Kau, Tuan atau Kau, Nyonya. Adanya diri Kau hari ini, di Gubuk tua dekat perempatan jalan sebab Saya memanggil Tuan dan Nyonya, beserta anak penuh tinta dan listrik ini. Izinkan Saya membuatkan buku versi terbaik miliknya, Tuan. Untuknya yang tegar seperti edelweiss, dan rapuh seperti karang. Tenang Tuan, sudah Saya siapkan garansi yang setimpal untuk semuanya, untuk Tuan, Nyonya, dan anak-anak Tuan kelak. Indurasmi (bahasa sansekerta : Sinar rembulan), itulah sedikit bocoran sub-bab dalam bukunya dilembar pertama, Tuan. Begitu matanya terbuka, Saya akan selalu senang menulis lembar-lembar penuh tawa dan tangis dalam hidupnya dengan tinta Saya atau mungkin Saya akan meminjam tinta miliknya.

(Mata terbuka, dengan senyum manis pertama disusul tangisan indah)

    Buku kau sudah siap sayang, halaman polos sudah mulai diisi dengan tinta baru milik Kau sendiri. Gama dimulai, bersiaplah dengan badai disamping dan jurang dibelakang. Tenanglah, sedih dan tawa yang Kau bawa untuk Semesta akan Saya lipat gandakan nanti. Tidak perlu gelisah sayang, Saya tidak akan melupakan semua perjanjian ini, sebab Saya sudah mengingat seluruh cerita hidup kau dalam Buku itu dan memberi garansi terindah dalam lembar terakhir milik Kau yang tidak akan pernah terlihat oleh Kau, sayang. Berjanjilah, untuk tetap berusaha hidup dan bahagia sepanjang lembar cerita kau, sayang. Saya akan menunggu kau menutup mata untuk terakhir kalinya lalu membuka mata untuk pertama kalinya di Negeri sisi lain. Jagalah Tuan dan Nyonya milik Kau dan katakan jika Saya sangat mencintainya berkat Kau juga mencintainya, sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Mahasiswa